Selasa, 08 Januari 2013

MADE IN JAPAN

Di sebuah airport di New York, seorang pebisnis Jepang yang baru pertama kali ke luar negeri naik taksi hendak pergi ke hotel.

Di perjalanan, tiba-tiba taksinya disalip sebuah mobil yang melaju kencang. Bukannya marah melihat mobilnya disalip, si pebisnis Jepang malah bangga dan berteriak dengan bahasa campuran Jepang-Inggris,

“Aaaah! Toyota made in Japan, hayai... very fast (Cepat - sangat cepat)!” Supir taksi, yang mengendarai mobil ford, diam membisu.

Tak lama kemudian sebuah mobil lain juga menyalip taksinya. Spontan si Jepang berteriak, “Aaaah! Nissan made in Japan. hayai nee... very fast (cepat, sangat cepat).”

Belum lama berselang mobil ketiga, lalu mobil keempat menyalip taksinya, ia berseru dengan gembira. “Aaaah! Mazda eee Mitsubishi...tsugoi...made in Japan very very fast!.” (hebat, sangat sangat cepat).

***

Setibanya di hotel, si turis bertanya, “How much?” (Berapa ongkosnya).
“100 dollars please ….” kata supir taksi. Pebisnis Jepang terperanjat.
"What, 100 dollars, takai nee ...expensive! The airport is not far, nee!!"
(Apa? 100 dollars?! Mahal amat?! Aiport tidak jauh)

Kali ini si supir tersenyum, sambil menunjuk argometer dan berkata “Aaah! Argometer, made in Japan, very-very fast!”.

Supir taksi itupun memasukkan 100 dolar ke kantongnya sambil tersenyum puas. (Mohon maaf buat Jepang, it is just a joke bukan untuk merendahkan bangsa tertentu).

***

Seringkali kesombongan akan berbalik pada kita. Jika dalam diri muncul rasa sombong, maka tidak akan berdampak sebelum diucapkan, sebelum mempengaruhi perilaku.

Prasangka, sombong, iri dan berbagai rasa negatif kadang muncul dalam diri kita, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan, akan tetapi kita tidak berdosa jika muncul rasa itu.

Tapi ketika kesombongan sampai diucapkan, maka alam semesta akan merespon, setidaknya begitulah aturan Allah yang kita bisa lihat dalam kehidupan.

Supir taksi itu sebenarnya baik-baik saja saja, tetapi ketika mendapat perilaku sombong yang tidak menyenangkan akhirnya merespon dengan kalimat balasan yang cukup menyakitkan.

Ketika Qorun menjadi kaya itu bukan masalah, tetapi ketika ia sombong dan membangun gedung tinggi untuk menantang melihat Tuhan maka ia dibenamkan ke dalam tanah.

Ketika Firaun berkuasa itu bukan masalah, tetapi ketika ia merasa paling tinggi kekuasaannya ia dibenamkan ke lautan.

Ketika kapal Titanic dibangun megah dan termegah di zamannya itu bukan masalah. tetapi ketika pembuatnya mengatakan "Kapal ini begitu hebat, bahkan Tuhan tidak bisa menenggelamkannya" maka kapal itu tenggelam di pelayaran pertama dan tidak sempat mendarat di tempat tujuannya.

Jadi jangan pernah keluar kesombongan dari mulut Anda. Jangan sampai mengubah perilaku Anda. Jika ada dalam hati, netralisir, dan ingat bahwa hanya ALLAH yang pantas untuk sombong.

JGN MENILAI MASA LALU

Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya...
betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam...
jauh dari sunnah...
jauh dari hidayah...
tenggelam dalam dunia yang menipu...
terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista...

Bukankah banyak sahabat radhiallahu 'anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan...,
peminum khomer...,
bahkan pelaku kesyirikan...?

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.

Bisa jadi kita salah satu dari mereka yang memiliki masa lalu yang kelam...
yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam kita.

Sebagaimana kita tidak ingin orang lain menilai kita dengan melihat masa lalu kelam kita...
maka janganlah kita menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk.....

Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang...
kondisinya tatkala akan meninggal...
bukan masa lalunya.

Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda :
"Amalan-amalan itu tergantung akhirnya"

(Ustadz Firanda)

INDIKASI HATI YG MATI

1."Tarkush sholah" Berani meninggalkan sholat fardhu,
 
2. "Adzdzanbu bil farhi" Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS 7:3),

 
3. "Karhul Qur'an" Tidak mau membaca bahkan menjauih dengan ayat-ayat Alqur'an,

 
4. "Hubbul ma'asyi" Terus menerus ma'siyat,

 
5. "Asikhru" Sibuknya hanya mempergunjing & buruk sangka & merasa dirinya selalu lebih suci,

 
6. "Ghodbul ulamai" Sangat benci dg nasehat baik & ulama,

 
7. "Qolbul hajari" Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan & akhirat,

 
8. "Himmatuhul buthnu" Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya,

 
9. "Anaaniyyun" sama sekali masa bodoh keadaan orang lain, saudara bahkan bisa jadi keluarganya sekalipun menderita,

 
10. "Al intiqoom" Pendendam hebat,

 
11. "Albukhlu" sangat pelit,

 
12, "Ghodhbaanun" cepat marah karena keangkuhan & dengki.

Hidupkan hati dengan banyak dzikir, banyak baca kisah para shalihin terdahulu, kisah ibadah keshalihan bagaimana Islam diterapkan dizaman kenabian, para shahabat tabiin, merenung kejadian dalam kehidupan yang merupakan tanda keberadaan Allah SWT yang mutlak berada diatas smuanya, banyak nyebut "Laa ilaaha ilallaah" akrab dgn ilmu, penyampai ilmu Risalah Agama yang mulia ini, perbanyak do'a dekat dengan orang shalih dan lingkungan shalih bukan lingkungan salah, atau lingkungan maksiat, smg Allah melindungi dan merahmati usaha kita"

Sumber : Islamic Motivation

SECAWAN KASIH

By : Cintya Lovelly

Terpana menatap mentari dilangit nan biru..
Masih sayu ku lìhatnya tersenyum malu..
Hai sayank salam untuk mu..
Merekahlah senyum ku..

Berdesir aliran laut nan membentang dihadapan..
Sejuk angin pagi membuai hasratnya diri ini..
Aku terpesona akan indahnya cipta'an Alloh..
Syukur hati berkumandang direlung sanubari..

Secawan kasih diatas meja ku ini,
Harumnya sungguh tawankan diri..
Selamat pagi sayank
Selamat pagi dunia
Selamat datang bahagia..
Raih impian dalam semangat cinta pada Nya Yang Maha Esa..

Bismillaah ku awali hari..
Alhamdulillaah ku diberi kesempatan lagi..
Semangat dalam genggaman dan keridho'an Nya..
Semoga hari ini lebih baik dari yang sebelumnya..
Aamiin ya Alloh...

MENYEGERAKAN MENIKAH

Ketika Seseorang Mempersulit Apa Yang Dimudahkan Oleh Allah,Mereka Benar-Benar Mendapati Keadaan Yang Sulit dan Nyaris Tak Menemukan jalan Keluarnya.

Mereka Yang Menunda-Nunda Pernikahan tanpa Ada Alasan Syar'ie dan Akhirnya Mereka Benar-Benar takut melangkah Disaat hati Benar Sangat Menginginkannya.

" Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang Untuk Meminang dan Engkau REdha Terhadap Agam
a dan AkhlaQnya maka NIkahkanlah dia.Bila Tidak Engkau lakukan maka Akan Terjadi fitnah Dimuka Bumi dan akan timbul kerusakan yang Merata Dumuka BUmi.(HR TarmidZi Dan Ahmad )

Awalnya Adalah Kerena Mereka Menundakan apa Yang harus segera di Tunaikan,mempersulit apa yang Sebenarnya Dimudahkan,Rasululloh Berpesan,
" Wahai Ali,ada tiga perkara jangan Ditunda-tunda;Apabila Sholat Telah Tiba waktunya,Jenazah apabila Telah Siap penguburannya,dan Perempuan apabila Telah datang laki-laki yan Sepadan Meminangnya."( HR Ahmad)

BOCAH & SEKANTUNG PAKU

Konon Ahmad adalah bocah yang sulit diatur… sifatnya yang gampang marah dan keras kepala, menjadikannya sering bertengkar dan berkata kasar kepada orang lain.

Sutau ketika, ayahnya memanggilnya lalu memberikan sekantong paku kepadanya; “Nih,tiap kali kau bertengkar atau berkata kasar kepada siapa pun, tancapkan sebatang paku di pagar itu” kata ayahnya.

Di hari pertama, Ahmad menancapkan sebanyak 32 batang paku di pagar… dan setelah seminggu berlalu, ia demikian terkejut melihat banyaknya paku-paku yang tertancap di pagar. Ia pun memutuskan untuk lebih mengendalikan dirinya dan mengurangi jumlah paku yang harus dia tancapkan tiap hari.

Ternyata benar, ia berhasil mengurangi jumlah paku yang harus ditancapkannya tiap hari… dan saat itulah ia mulai sadar bagaimana cara mengendalikan diri.

Baginya, hal tersebut lebih mudah dari pada harus menancapkan paku di pagar setiap hari.

Demikian Si Ahmad melalui hari-hari berikutnya… hingga tibalah suatu hari dimana ia tidak lagi menancapkan sebatang pakupun di pagar! Ketika itulah Ahmad melapor kepada Ayahnya, dan mengatakan bahwa ia tidak perlu lagi menancapkan sebatang paku pun…

Sang Ayah pun berkata kepadanya: “Hmm… baiklah, sekarang cabutlah sebatang paku setiap harinya, jika kamu berhasil melewati hari itu tanpa berkata kasar atau bertengkar dengan siapa pun…”

Hari demi hari berlalu cukup lamahingga akhirnya Ahmad berhasil mencabut seluruh paku tersebut. Ia pun melapor kepada ayahnya bahwa seluruh paku di pagar telah dicabutnya kembali.

Maka Sang ayah mengajaknya ke pagar sembari berkata: “Hmm, bagus bagus… kerjaanmu cukup baik… tapi, coba perhatikan lubang-lubang bekas paku yang kau tancapkan di pagar, ia takkan kembali seperti sedia kala! Wahai Anakku… ketika kamu bertengkar dan marah dengan seseorang, kamu akan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik… kamu meninggalkan mereka dengan luka yang dalam seperti lubang-lubang yang kau lihat ini… benar, kau bisa saja menikam seseorang lalu mencabut pisau tadi dari perutnya; akan tetapi, kau pasti akan meninggalkan bekas luka yang dalam! Karenanya, percuma saja kamu menyesali perbuatanmu itu berkali-kali, karena toh bekas lukanya tetap ada, dan ingatlah bahwa luka akibat lisanmu adalah lebih menyakitkan dari pada tikaman”.

Al Mutanabbi mengatakan:

جِرَاحَاتُ السِّنَانِ لَهَا الْتِئَامُ وَلاَ يَلْتَئِمْ مَا جَرَحَ اللِّسَانُ

Luka karena senjata dapat sembuh kembali, Namun takkan sembuh bila lisan yang melukai [1]

Semoga Anda terinspirasi dengan kisah di atas…

[1] Dinukil dan disadur dari sebuah artikel berbahasa Arab

Tujuh Kalimat Penghapus Dosa

Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut.

1. Mengucap “Bismillah” pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap “Alhamdulillah” pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap “Astaghfirullah” jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.

4. Mengucap “Insya-Allah” jika merencanakan berbuat sesuatu dihari esok.

5. Mengucap “La haula wala kuwwata illa billah” jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diinginkan.

6. Mengucap “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap “Laa ilaa ha illa Allah Muhammadur Rasulullah” sepanjang siang dan malam, sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Sumber : Islamic Motivation