Kamis, 01 November 2012

Calon Istri Mirip Ibu


Jangan pernah menunda-nunda untuk menikah. Menikah itu anugerah. Buatlah kriteria yang sederhana untuk calon pasangan Anda. Syarat dan kriteria yang terlalu rumit hanya akan membuat Anda sulit menentukan hari dan tanggal pernikahan.
Begitu pula bagi Anda yang sudah punya anak. Berilah mereka kebebasan untuk memilih calon pasangan hidupnya. Terlalu ketat menentapkan standar bisa berabe urusannya, sebagaimana terjadi pada kisah berikut.

Ada seorang pemuda yang sudah sangat “kebelet” menikah. Namun, sang ibu selalu menolak setiap calon yang diajukan dengan berbagai alasan: terlalu gemuk, terlalu pendek, terlalu pendiam, rambutnya direbonding, berasal dari perguruan tinggi tak ternama dan sebagainya.

Merasa kebingungan, pemuda ini meminta nasihat seorang konsultan pernikahan. Darinya ia mendapat jawaban singkat saja, “Carilah perempuan yang mirip ibumu!”
Berbekal nasihat tersebut pemuda yang memang sudah merindukan pasangan inipun mencarinya dengan berbagai cara. Setelah 3 bulan ia berjibaku mencari jodoh akhirnya ia menemukan seorang wanita yang mirip ibunya.

Ya, dari berbagai hal, si calon ini memiliki banyak sekali kemiripan dengan ibunya. Mulai dari tinggi badan, berat badan, potongan rambut, bahkan ukuran sepatu dan busananya. Demikian pula perilakunya, cara bicaranya, intonasi dan kecepatan bicaranya, caranya tersenyum, memandang orang lain, semuanya persis ibunya.
“Yes! Inilah calon istriku dan pasti ibuku setuju,” seru pemuda itu yakin.

Ketika saatnya tiba, dengan mantap pemuda ini memperkenalkan calon istrinya kepada kedua orangtuanya. Ia ingin minta restu dan persetujuan dari ayah dan ibunya.
Ibunya tampak senang. Namun, sang ayah kelihatannya punya pendapat berbeda.
“Nak, ayah sudah berpengalaman hidup dengan perempuan seperti itu. Kau akan menderita dan menyesal, nak,” ucapnya setengah berbisik, sambil mengusap air mata yang menggenang di pipinya.

Salam SuksesMulia!

Budaya Pamer


Alkisah, ada seorang kaya baru yang sangat ingin eksistensinya diakui. Maka, semua perilaku orang kaya ia ikuti. Ia main golf, membeli mobil mewah dan juga berbusana branded. Tak lupa ia membeli motor gede (moge) yang keren: Harley Davidson.

Ia pun mencoba motor barunya itu di jalan raya. Di perjalanan ia melihat mobil tetangganya meluncur di jalan yang sama. Ia mengejar mobil itu, setelah dekat ia berteriak, “Hey! Punya Harley, gak?” Dari dalam mobil tetangganya itu balas berteriak, “Pamer kamu! Sombong kamu! Mentang-mentang punya Harley!”

Dengan kesal sang tetangga itu mempercepat laju mobilnya. Seakan tak mau kalah, si orang kaya baru itu mengejar lagi dan kembali teriak, “Hey! Punya harley tidak?” Sang tetangga pun membalas dengan teriakan, “Dasar tetangga tukang pamer, sombong!” Ia lalu memacu mobilnya lebih cepat.

Si orang kaya baru itu berusaha mengejarnya. Namun sayang ia terjatuh karena menghindari truk yang datang dari arah berlawanan.
Melihat kejadian itu, tetangganya kemudian berhenti dan menolong si orang kaya baru sambil berkata, “Makanya jangan sombong. Mentang-mentang punya Harley. Begini balasan buat orang yang suka pamer.”

Dengan menahan rasa sakit orang kaya baru itu menjawab, “Siapa yang pamer? Saya tadi berteriak tanya kamu punya Harley atau tidak bukan mau pamer. Saya cuma mau tanya, dimana letak remnya?!”

Salam SuksesMulia!

Suami Istri Sama-sama Selingkuh


Sepasang suami istri telah menikah begitu lama. Untuk menghormati privacy, setelah 15 tahun menikah masing-masing mengajukan permintaan.  Suami tak ingin handphone atau BB-nya dibuka oleh istri. Sementara sang istri hanya meminta agar suaminya tidak membuka laci meja di kamar tidur.

Dengan kesepakatan itu sang suami merasa aman perselingkuhannya dengan beberapa wanita tak akan diketahui oleh istrinya. Kata-kata mesra dan percakapan via SMS dan BB tak akan terendus oleh istrinya. Diapun leluasa menggunakan handphone dan BB sebagai alat komunikasi untuk selingkuh.

Setelah 10 tahun kesepakatan itu dipegang kuat akhirnya luntur juga.  Sang suami tegoda untuk membuka laci meja di kamar tidur. Begitu ia membua laci itu ternyata hanya berisi 2 butir kacang ijo dan uang Rp5.000.

“Ya ampun cuma ini tho yang tak boleh aku ketahui,” bisik suami.  Sembari meminta maaf karena telah melangar kesepakatan, lelaki yang usianya sudah menjelang 50 tahun itupun penasaran bertanya, “Apa artinya dua butir kacang ijo dan uang lima ribu rupiah ini?” Sang istri kemudian menjawab, “Setelah aku cerita apakah bapak berjanji tetap sayang sama saya?” “So pastilah sayangku,” seru suaminya.

Sambil menarik napas panjang istri itu bekata: “Maaf suamiku, sebenarnya aku wanita yang rusak, aku pernah selingkuh. Untuk mengingatkanku, setiap aku selingkuh aku meletakkan satu butir kacang ijo di laci meja itu.” Sang suami terdiam, dia berbisik di dalam hati, “Gak apa-apalah, kan cuma dua kali selingkuh sementara aku sudah melakukan belasan kali.”

Suami itu kemudian memeluk istrinya sambil berkata, “Istriku, jangan khawatir, aku tetap mencintaimu walau kau pernah selingkuh.Cintaku tak berkurang sedikitpun. Lantas apa arti uang lima ribu rupiah itu?” Dengan terisak istri itu menjawab, “Karena laci mejanya terlalu kecil, maka aku jual satu kilogram kacang ijo yang ada dan laku lima ribu rupiah.”
Nah lho! Jangan dicontoh ya, itu cerita rekayasa.. He he he…

Salam SuksesMulia!

Studi Banding


Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan menambah wawasan baru adalah melakukan studi banding. Sepulang dari studi banding biasanya banyak hal baru yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja. Saat menjadi salah satu pimpinan di Dompet Dhuafa Republika, saya dan beberapa teman melakukan studi banding di Malaysia selama 2 pekan. Hasilnya? Banyak program-program segar yang kemudian kami gulirkan.

Jadi, masalah studi banding ke luar negeri seperti sering diributkan di koran itu sebenarnya tidak harus dikecam selama hasilnya jauh lebih besar dari energi yang dikeluarkan. Studi banding juga tidak harus dicela bila usai itu hasilnya bisa direalisasikan atau diterapkan dengan penuh semangat dan gairah. Setuju?

Tidak ada salahnya juga bila saat studi banding peserta menyempatkan diri plesiran ke tempat-tempat yang menawan di negara yang dituju. Dengan demikian, selain  manfaat ilmu peserta juga punya pengalaman mengunjungi tempat-tempat yang indah dan memiliki nilai sejarah. Wawasan bertambah dan pikiranpun menjadi segar.

Mengingat manfaatnya yang begitu besar, dapat dimaklumi bila pejabat pemerintah kita seperti berlomba-lomba mengajukan atau menerima tawaran studi banding ke luar negeri. Tapi, konon kabarnya, para pejabat tersebut enggan melakukan studi banding ke Jepang. Padahal negeri Matahari Terbit tersebut terkenal dengan budayanya yang luhur dan pemandangan alamnya yang elok.

Tapi mengapa para pejabat menolak studi banding ke Jepang, ya? Selidik punya selidik, rupanya mereka khawatir bila sepulang dari Jepang masyarakat menuntut mereka untuk mempraktikkan budaya pejabat di Jepang sana: Mundur bila gagal atau harakiri (bunuh diri) bila melakukan sesuatu yang memalukan…

Salam SuksesMulia!

Foto Suami


Seorang suami yang merasa tidak setia dengan istrinya heran karena ternyata kemanapun pergi sang istri selalu membawa foto sang suami.  Akhirnya ia penasaran dan bertanya kepada istrinya, “Mama, kemanapun mama pergi kenapa selalu membawa fotoku?”

Sang istri menjawab, “Fotomu ini sebagai penghiburku tatkala aku ada masalah besar atau bersedih yang amat sangat.” Hati sang suami berbunga-bunga. “Ternyata aku begitu berarti bagi istriku,” pikir suaminya.

Kemudian sang suami penasaran dan bertanya, “Memang apa yang mama lakukan dengan fotoku itu?”

Istrinya kemudian menjawab, “Setiap ada masalah yang sangat berat langsung kupandangi foto ini sambil berkata pada diriku sendiri, memangnya masih ada masalah yang lebih berat dari orang yang di foto ini?”

Anggota Dewan Cari Istri



Di sebuah negara yang puluhan juta penduduknya masih susah makan alias miskin, tersebutlah seorang anggota dewan nan kaya raya. Dia memiliki bisnis kontraktor, kebun apel Malang dan juga distributor apel Washington. Begitu banyak hartanya sampai terkadang ia simpan uang dari keuntungan proyeknya di kardus bekas bungkus durian.
Anggota dewan inipun memiliki lapangan futsal seharga Rp2 Milyar. Bila sakit berobatnya ke Singapura, saat sehat hobinya jalan-jalan keliling dunia. Di rumahnya, setiap kursi harganya Rp24 juta, gorden jendela rumahnya per meter Rp6 juta. Toiletnya? Harganya lebih mahal dari puluhan rumah rakyat biasa.

Belum lama ini istri anggota dewan tersebut meninggal dunia. Karena merasa tidak nyaman hidup menduda akhirnya ia berniat menikahi staf ahlinya yang sangat jelita. Pendekatan intensif mulai dilakukan. Setiap malam staf ahli yang tinggi dan berambut pirang ini diajak dansa dan berkunjung ke berbagai diskotek hingga dini hari. Setelah sekian lama pergi berdua, akhirnya ia yakin akan menikahi staf ahlinya itu.

Namun sebagai seorang politisi yang sangat berhati-hati, sebelum memutuskan menikah ia meminta bantuan temannya agar menugaskan seorang intelijen untuk mengamati kehidupan staf ahlinya ini. Setelah dua minggu pengamatan, anggota dewan yang sangat tajir itu menerima laporan tertulis dari staf intelijen tadi.

“Wanita ini dari keluarga baik-baik dan terhormat. Dia selalu menjaga perilakunya dan tidak ada catatan kriminal sedikitpun. Selain ia cerdas, ia juga sangat sayang kepada bapak dan ibunya serta saudara-saudaranya. Hanya saja, akhir-akhir ini wanita ini sering keluar malam dengan seorang duda yang nama baik dan integritasnya sangat diragukan.”

Salam SuksesMulia!

Nenek Cerdas


Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produk negara-negara lain. Bagi Anda pengguna jalan, setiap hari akan melihat motor-motor buatan Jepang berseliweran memacetkan jalanan. Padahal, selama saya berkunjung ke Jepang beberapa waktu yang lalu, saya tidak pernah melihat ada satu motor pun di jalan raya.

Begitu banyaknya motor di Indonesia. Tua, muda memilikinya, bahkan anak-anak yang belum punya SIM pun sudah biasa mengendarai motor.

Alkisah, seorang pemuda yang belum memiliki SIM ngebut di jalanan. Tanpa ia sadari seorang nenek menyeberang jalan. Hampir saja nenek tua itu ditabraknya.
Karena jengkel sang pemuda marah-marah dan mengucapkan kata-kata kasar, “Dasar nenek-nenek bego, nyeberang jalan sembarangan! Untung tidak tertabrak.” Nenek yang masih shock atas kejadian itu menjawab dengan suara keras, “Kamu yang bego, nabrak nenek-nenek aja gak kena!”

Salam SuksesMulia!