Rabu, 05 Desember 2012

7 KEUNIKAN AIR MATA DAN MENANGIS ...



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Setiap orang pasti punya pengalaman menangis dalam hidup mereka. Hari pertama manusia lahir, mereka sudah memiliki pengalaman pertama mengeluarkan air mata.

Menangis biasanya terjadi ketika seseorang merasa sakit baik fisik maupun mental, atau ketika seseorang merasa sangat bahagia. Dengan kata lain, menangis adalah cara
untuk mengekspresikan emosi seseorang.

Umumnya, wanita lebih sering menangis daripada pria. Masyarakat telah membentuk opini bahwa perempuan lebih emosional yang berarti bahwa lebih mudah bagi perempuan untuk melepaskan air mata dan mulai menangis.

Menurut Fit Sugar, setidaknya ada delapan fakta unik tentang menangis yang merupakan kesimpulan dari berbagai penelitian tentang menangis.

1. Sebanyak 85% wanita dan 73% pria mengakui bahwa rasa marah dan kesedihan akan berkurang setelah menangis. Air mata tidak hanya diproduksi oleh perasaan emosional saja.

Air mata juga berfungsi untuk membersihkan dan melumasi mata, yang menyebabkan iritasi mata dan menguap dapat menyebabkan produksi air mata meningkat. Meskipun menghasilkan air mata, namun air mata emosional dan air mata karena iritasi sebenarnya memiliki komposisi kimia yang berbeda.

2. Jika wanita dianggap lebih mudah menangis, mungkin saja benar. Rata-rata, wanita menangis sebanyak 47 kali dalam setahun sedangkan pria menangis hanya 7 kali setahun.

Hal ini bukan hanya karena perempuan dianggap lebih emosional, lebih lemah dibandingkan pria, dari fakta medis diketahui bahwa saluran air mata pada laki-laki memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan pada wanita. Sedangkan pada bayi, durasi normal menangis mereka antara 1 – 3 jam sehari.

3. Tidak hanya waktu ketika kebanyakan orang menangis, tetapi durasinya juga. Sebagian besar orang menghabiskan rata-rata 6 menit setiap kali mereka menangis.

4. Jika merasa sulit dan malu untuk mengeluarkan air mata, sepertinya kita harus berpikir lagi. Menurut para ahli, menangis tidak hanya respon tubuh terhadap kesedihan dan rasa frustasi, tetapi juga sehat.

5. Menangis adalah cara untuk mengurangi stres emosional. Hal ini tentu saja sangat baik untuk kesehatan, karena stres bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan seseorang. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa air mata mengandung hormon prolaktin yang efektif untuk melawan stres.

6. Stres dikatakan memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, stres dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan kerusakan otak. Maka menangis bisa membuat sehat, karena dapat menghilangkan stres seseorang.

7. Para ahli mengatakan bahwa menangis dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung dan membuat respon yang lebih baik terhadap pengobatan.

Nah, mulai sekarang tak usah ragu atau malu untuk menangis ...

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

PERAHU KEHIDUPAN




Sebuah perahu dibuat untuk belayar di lautan dan bukan hanya berlabuh diam di dermaga.

Demikian juga manusia, ia tercipta untuk mengarungi kehidupan dan bukan berdiam serta menunggu hidup ini berakhir.


Di dalam mengarungi kehidupan akan banyak ombak dan mungkin badai menerjang, tetapi itulah seni dari kehidupan.

Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.

Jangan takut jatuh, karam dan salah arah, karena setiap kesalahan yang pernah dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.

Jangan menyesali kesalahan tetapi jadikan itu sebuah pelajaran.

Mendung bukan untuk membuat kegelapan tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun.

Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa tetapi agar kita tersadar bahwa kita hanyalah "Manusia Biasa".

Genggamlah “KEYAKINAN” jangan pernah dilepaskan.

Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya kesenangan tetapi pada banyaknya rasa syukur yg kita rasakan…

~KETIKA… Aku ingin hidup KAYA,… aku lupa, bahwa KEHIDUPAN adalah sebuah KEKAYAAN.

~KETIKA… Aku takut MEMBERI,… aku lupa… bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

~KETIKA… aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa,… bahwa dalam KELEMAHAN… pahala BAIK ku telah memberikan aku KEKUATAN:

~Ketika… aku takut RUGI,… aku lupa,… bahwa Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN… karena bisa terlahir sebagai manusia dan mengenal Tuhan

Ternyata hidup ini sangat indah… jika kita tahu dan Selalu bersyukur dengan apa yang sudah ada…

Dengan selalu bersyukur, maka KEBAHAGIAAN MENJADI MILIK KITA SEUTUHNYA

Renungkan lucu sekali...

Lucu yach,…uang 20.000-an terasa begitu besar bila dibawa ke kotak amal mesjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket & mall.
Lucu yach,…45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu jika kita melihat sepakbola atau konser musik kesukaan kita.
Lucu yach,…betapa lamanya 2 jam berada di mesjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati film di bioskop, di TV & VCD.
Lucu yach,… susah sekali merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau shalat, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman.
Lucu yach,… kita bisa menghadiri acara-acara konser pertandingan olahraga kesukaan kita meski harus menyebrangi lautan samudera, tapi begitu beratnya untuk ikut pengajian atau shalat berjamaah di mesjid yang ada di hadapan kita.
Lucu yach,… susah sekali baca Al-Qur’an 1 juz saja sehari, tapi komik berjilid-jilid atau novel best seller 100-1000 halaman pun habis dilalap dalam sekejap.
Lucu yach… orang-orang pada berebut barisan paling depan untuk nonton bola atau konser, tapi berebut cari shaf paling belakang bila jum’atan atau sholat berjamaah.
Lucu yach,… kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk acara lain jadwal kita gampang sekali diubah seketika.
Lucu yach,… susahnya orang mengajak pastisipasi untuk da’wah Islam, tapi begitu mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip dan kejelekan orang.
Lucu yach,… kita begitu percaya pada yang dikatakan Koran, tapi kita sering mempertanyakan & meragukan apa yang dikatakan Al-Qur’an.
Lucu yach,… kita mengaku untuk bertawakal menyerahkan segala urusan kita kepada Alloh SWT, tapi aneh masa depan dan hari tua kira dipercayakan kepada asuransi dan deposito buatan manusia.
Lucu yach,… kita orang Islam sering mengutuk atas kejahatan dan kekejaman Amerika terhadap Islam, tapi kita sendiri menyumbang Amerika dengan membeli produk-produk Amerika.
Lucu yach,… banyak orang Islam yang kaya harta sudah keliling Asia, Eropa, tapi belum pernah ziarah ke Arafah (Haji).
Lucu yach,… jari jemari kita begitu kuatnya menekan tombol tombol untuk chatting dan sms an, tapi terasa alergi ketika memegang tasbih untuk dzikir kepadaNya.
Lucu yach,….betapa beraninya orang menunda-nunda waktu sholat hanya karena tidak ingin ketinggalan acara-acara kesukaannya.
Lucu yach,…semua orang inginnya masuk surga tanpa harus beriman, berfikir, berbicara atau melakukan apa-apa.
Lucu yach,…ada orang Islam yang ketakutan terhadap penyakit kanker, stroke, jantung, ginjal, asam urat dsb. Sampai bisa menghabiskan puluhan juta rupiah untuk cuci darah dan segala biaya pengobatannya serta mencari dokter yang ahli, tapi tidak ketakutan bila terkena “penyakit hati” dan segan mencari “dokter hati”.
Lucu yach,…kita bisa mengeluarkan uang ratusan ribu per bulan untuk voucher hand phone padahal kita bukan termasuk orang sibuk, tapi kita begitu pelitnya mengeluarkan sodaqoh 1000-10,000 rupiah saja untuk fakir miskin.
Lucu yach,…kita bila langsung mengirim ribuan jokes (lelucon) lewat sms atau E-mail, tapi ngirim yang b erkaitan dengan ibadah sering mesti berfikir dua kali.

Hati Potensi Berharga yang Harus Dijaga

Oleh : Aa Gym

Secara umum manusia memiliki 3 potensi penting. Potensi pertama adalah potensi fisik, sehingga jika kita mampu mengelola fisik dengan baik, insya Allah kita akan menjadi manusia yang kuat dan produktif. Bahkan Islam sangat menganjurkan agar kita memiliki fisik yang sehat. Almu`minuni qowiyyu, mu`min yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mu`min yang lemah.

Dalam catatan sejarah, sampai usia 6 tahun Nabi Muhammad Saw memiliki tubuh yang benar-benar atletis. Beliau memulai peperangan pada usia 53 tahun. Dan tentu saja, perang zaman dulu tidak perang seperti zaman sekarang. Ketika itu Rasulullah Saw memakai baju besi hingga dua lapis dan mengarungi padang pasir sejauh ratusan kilometer. Itu artinya fisik beliau sangat prima.

Akan tetapi,ternyata tidak selamanya orang yang berfisik baik itu mulia sebagaiaman kemuliaan Rasulullah. Bahkan tidak jarang manusia yang berbadan bagus malah menjadi hina akibat keindahan fisiknya. Wanita bertubuh bagus tidak identik dengan wanita yang mulia, malah tidak sedikit wanita berbadan bagus menjadi turun derajatnya karena dia gemar memamerkan tubuhnya. Di sisi lain ada juga orang yang gara-gara badannya bagus menjadi stress karena takut jadi tidak bagus. Setiap hari waktunya habis untuk memikirkan badannya. Ikut senam, diet dan membeli bermacam-macam obat supaya tubuhnya tetap bagus. Secara tidak langsung orang seperti ini justru tersiksa dengan keindahan tubuhnya.

Sekali lagi, kita memang harus meningkatkan potensi fisik, namun potensi ini tidak identik dengan kemuliaan seseorang, jika tidak mampu menjaganya dengan hati-hati.

Potensi yang kedua adalah akal. Kita dikaruniai akal oleh Allah dan akal inilah yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal kita dapat memikirkan ayat-ayat Allah di alam ini sehingga kita dapat mengelola dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

Kendati demikian, potensi akal juga bukanlah potensi yang dapat menentukan mulia atau tidaknya seorang manusia. Di Indonesia ini begitu banyak orang yang pintar, tapi mengapa Indonesia masuh juga terpuruk? Setiap tahun puluhan ribu sarjana dikeluarkan oleh kampus-kampus yang ternama. Tapi mengapa korupsi masih juga merajalela? Rasanya kecil kemungkinan kalau korupsi itu dilakukan oleh orang-orang yang bodoh. Bagaiamana tidak?

Uang negara, uang rakyat yang dikuras jumlahnya bukan hanya dalam bilangan jutaan atau miliaran, tapi juga triliunan rupiah. Kalau orang bodoh rasanya dia tidak akan kuat berpikir jauh-jauh seperti itu. Artinya pintar tidak identik dengan kemuliaan. Jika tidak hati-hati, mempunyai anak pintar juga tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Ada yang anaknya pintar sementara orang tuanya hanya lulusan SD atau SMP, malah jadi menghina orang tuanya.

Demikianlah memang. Badan yang kuat tidak selalu menggambarkan kemuliaan, akal pikiran yang pintar juga tidak selalu membuat oang menjadi mulia. Jadi apa sih yang bisa membuat orang mulia?

Inilah potensi ketiga yang ada pada diri manusia yang tidak setiap orang mampu menjaga serta mengembangkannya. Dialah yang dinamakan hati. Hati inilah potensi yang bisa melengkapi otak cerdas dan badan kuat menjadi mulia. Dengan hati yang hidup inilah orang yang lumpuh pun bisa menjadi mulia, orang yang tidak begitu cerdas pun dapat menjadi mulia. Ada sebuah syair yang mungkin bisa menggambarkan betapa hati bisa sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang.

"Bila hati kian bersih, pikiran pun selalu jernih, semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih; Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk, akhlaqpun kan terpuruk, dia jadi makhluk terkutuk. Bila hati kian lapang, hidup susah tetap tenang, walau kesulitan menghadang, dihadapi dengan tenang; Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit, seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit".

Masya Allah, andaikan hati kian bersih tentu akan nikmat sekali menjalani hidup ini. Kalau hati kita ini bersih dan sehat, maka pikiran pun bisa menjadi cerdas. Kenapa? Karena tidak ada waktu untuk berpikir licik, dengki atau keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Sebab, kalau tidak hati-hati benar maka hidup kita itu sangat melelahkan. Sekali saja kita tidak suka kepada seseorang, maka lambat laun kebencian itu akan memakan waktu, produktivitas dan memakan kebahagiaan kita, kita akan lelah memikirkan orang yang kita benci.

Karenanya bila hati kita bersih, maka pikiran bisa menjadi jernih. Tidak ada waktu buat iri, semua input kan masuk dengan mudah, karena tidak ada ruang untuk meremehkan siapa pun. Akibatnya kita akan memiliki akses data yang sangat tinggi, akses informasi yang benar-benar melimpah, akses ilmu yang benar-benar meluas, ujungnya akan mampu mengambil ide-ide yang cemerlang dan gagasan-gagasan yang jitu.

Berbeda dengan orang yang sombong, dia akan merasa bahwa dirinyalah yang paling tahu semua hal. Akibatnya, dia tidak pernah mau mendengar masukan dari orang lain. Padahal setiap orang tentu memiliki kelemahan. Dan untuk memperbaiki kelemahan itulah kita membutuhkan koreksi dan masukan dari orang lain.

Dengan kebersihan hati, insya Allah, otak akan lebih cerdas, ide lebih brilian, gagasan lebih cemerlang. Orang yang bersih hati itu punya kemampuan berpikir lebih cepat dari orang lain. Namun orang yang kotor hatinya, cuma akan berjalan di tempat. Dia kan sibuk memikirkan kekurangan orang lain, yang ada dalam pikirannya hanyalah kejelekan orang. Hatinya akan menjadi sempit.

Coba perhatikan jika ada anjing, kerbau, atau ada ular, di lapangan yang sangat luas, tentunya relatif tidak akan menjadi masalah. Apa lagi jika lapangannya teramat sangat luas, sebab ruang untuk bergerak jauh lebih leluasa. Tapi apa bila kita sedang da di kamar mandi, lalu muncul seekor tikus saja, pasti akan menjadi masalah. Kita tidak akan nyaman, jijik, atau malah ketakutan. Artinya bagi orang-orang yang berhati sempit, perkara kecil saja bisa menjadi masalah besar, apalagi perkara yang benar-benar besar.

Jika hati bersih maka wajah pun akan memancarkan kecerahan dan penuh keramahan. Bahkan Nabi Muhammad Saw juga demikian. Beliau tidak pernah berjumpa dengan oang lain kecuali dalam keadaan tersenyum cerah. Senyum yang penuh keikhlasan memang sangat bernilai besar, karena selain menjadi shadaqah juga akan menyehatkan tubuh. Bahkan menurut para ahli, senyum itu hanya menggunakan 17 otot, sedangkan cemberut 32 otot, makanya orang yang sering cemberut akan mengalami kelelahan otot.

Dalam berbicara pun kita harus sangat berhati-hati, sebab tak jarang melalui tutur kata, akan terlihat derajat seseorang. Sebab mulut ini ibarat teko yang mengeluarkan isinya. Jika di dalamnya berisi kopi tentu yang keluar juga kopi, tapi jika isinya air yang bening pasti keluar air yang bening. Orang yang berkualitas itu, jika berbicara ada struktur dan cirinya. Kalau dia berbicara yang keluar adalah ide atau gagasan, hikmah, solusi, ilmu dan zikir, sehingga pembicaraannya senantiasa bermanfaat. Kalau bunyi itu efektif. Semakin banyak omongan sia-sia, maka semakin turun kualitas orang itu, padahal ciri-ciri kualitas keislaman orang itu dilihat bagaimana kesanggupan menahan diri dari sesuatu yang sia-sia. Kalau kita selalu berusaha mengendalikan hati, detak jantung normal, wajah cerah, lisan enak, dan badan sehat. Lebih dari itu bergaul dengan siapa pun akan menyenangkan.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk mengenal potensi yang termahal dari hidup kita, yaitu hati kita sendiri. Hidupkan hati dengan memperbanyak ilmu, memperbanyak ibadah, dan zikir. Ladang untuk berkarya teramat luas, hiduplah dengan menjaga kebersihan hati, insya Allah hidup ini menjadi lebih indah dan penuh makna.

Hati adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan. Kita tidak bisa mengatur dan menata hati, kecuali dengan memohon pertolongan Allah agar Dia selalu menjaga hati kita. Hati adalah pangkal kehidupan. Jika Allah memberi hati kita yang bening, kita akan banyak mendapat keuntungan dan bisa menjadi apa saja sesuai dengan keinginan. Bisnis bisa menjadi lancar dan sukses, menjadi pemimpin yang dicintai, suami yang dihormati, ayah yang disegani, menjadi apa pun bisa terwujud jika akhlak kita mulia di sisi Allah. Dan kuncinya adalah Qalbun Salim, yaitu hati yang selamat, selamat dari segala kebusukan. Sebab kesuksesan dan kemuliaan hanyalah milik orang-orang yang berhati bersih. Semoga kita termasuk di dalamnya. Amin.Wallahu a`lam bishowab

nasehat seorg wanita bijak....

Ktika kehendakmu tak sjalan dg kehendakNya, biarkan kehendakNya yg berjalan atas hdpmu krn kehendakNya a/ kbaikan utkmu...

Ktika inginmu tak ssuai dg inginNya, biarkan inginNya mjd skenario trbaik bagi hidupmu, krn Dia Maha Tau sgla hal ttg dirimu.

Biarkan tangisan mngobati kkecewaanmu, bkn kecewa pd Rabb mu tp kekecewaan pd dirimu sndiri krn tak mmpu brdiri d'atas inginNya.

Hdp hrs djalani sesakit apa pun siap atau tdk, krn Rabb mu tdk bth prsetujuan mu atas kehendakNya...

Cermin Diri

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh sesungguhnya aku belum mengenal…….siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya?
apakah wajah ini wajah yang kelak akan bercahaya, bersinar indah di surga sana,
ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam.

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya?
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan
Menatap Allah, menatap Rasulullah,
menatap kekasih-kekasih Allah kelak
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot,
menganga terburai menatap neraka jahanam
Apakah mata terlihat maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata apa gerang yang kau tatap selama ini


Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini
yang kelak akan mendesah penuh kerinduan
Mengucap Laailaahaillallah saat malaikat maut
datang menjemput, ataukah menjadi mulut menganga
dengan lidah menjulur dengan lengking jeritan pilu
yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zakum jahanam
Yang getir penghangus, penghancur setiap usus
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?
berapa banyak dusta yang engkau ucapkan
Berapa banyak hati-hati yang remuk
Dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu
berapa jarang engkau jujur
betapa langkanya engkau menyebut
nama Tuhanmu dengan tulus
betapa jarangnya engkau syahdu
memohon agar Tuhanmu mengampuni

Tatkala kutatap tubuhku
Apakah tubuh ini yang kelak akan penuh cahaya,
bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga
atau tubuh yang akan tercabi-cabik hancur
mendidih di dalam lahar membara jahanam
terpasang tanpa ampun derita yang takkan pernah berakhir
wahai tubuh berapa banyak maksiat yang engkau lakukan?
berapa banyak orang-orang yang engkau dzolimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hambamu, hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
berapa banyak perindu pertolongan
yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu
berapa banyak hak-hak yang engkau rampas

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
atau sebagus daki-daki yang melekat ditubuhmu
apakah hatimu segagah ototmu
atau selemah daun-daun yang mudah rontok
apakah hatimu seindah penampilanmu
ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu
betapa beda-beda

Apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi
….. betapa beda …..
apa yang tampak dicermin
Dan apa yang tersembunyi betapa aku telah tertipu
aku tertipu oleh topeng,
betapa yang kulihat selama ini hanya topeng
hanyalah topeng belaka,
betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
betapa yang indah ternyata hanyalah topeng
sedangkan aku…..
hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus,

aku tertipu,
aku malu ya Allah…..
aku tertipu
Allah…..Allah selamatkan aku.
Amin ya Robbal Aalamiin…..

Menata Pikiran Ketika Sakit

Banyak hal yang tidak kita inginkan tiba-tiba datang menimpa. Hal tersebut sering menyebabkan tertekannya perasaan yang berujung pada penderitaan. Salah satunya adalah penyakit. Ya, saat-saat kita ditimpa sakit. Adalah lazim bila sebagian kita jatuh mengeluh tatkala sakit. Tubuh lunglai, wajah kuyu, dan pudar cahayanya.

Sebenarnya, yang paling berbahaya adalah bila kita tidak bisa memenej pikiran dengan baik. Biasanya menerawang jauh, realitas yang ada didramatisasi, segalanya dipersulit, hingga makin parah dan menegangkan. Orang yang terkena gejala tumor misalnya, akan menjadi sengsara jika yang menjadi buah pikirannya adalah sesuatu yang lebih mengerikan dari kondisi sebenarnya. Ah, jangan-jangan tumor ganas. Bagaimana kalau merambat ke seluruh tubuh, sehingga harus dioperasi? Lalu, bagaimana kalau operasinya gagal? Belum lagi biayanya yang pasti akan sangat mahal. Bila hal ini terjadi, maka orang tersebut akan jauh lebih menderita daripada kenyataan sebenarnya.


Hal ini terjadi karena kesalahan cara berpikir. Ia belum paham terhadap hikmah dari sakit yang menimpa, sehingga salah dalam menyikapinya. Hasilnya jelas, rugi dunia akhirat. Sikap semacam ini harus kita buang jauh-jauh. Memang benar kita harus sehat. Sebab dengan badan sehatlah gerak hidup menjadi lancar. Kalau pun tubuh kita harus sakit, suatu saat nanti, maka hati kita harus tetap berfungsi dengan baik.

Bagaimana menyiasatinya?
Pertama, yakin bahwa hidup akan selalu dipergilirkan. Mungkin sekarang kita sehat, tapi esok hari kita sakit. Ini sebuah keniscayaan. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 155).

Kedua, yakin bahwa semua yang terjadi ada dalam genggaman Allah SWT. Difirmankan, “Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang) dan (mengetahui pula) hari (saat manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nuur [24]: 64).

Alam semesta berikut isinya benar-benar milik Allah SWT. Dialah yang menciptakan, mengatur dan mengurusnya setiap saat. Sedangkan kita, jangankan membuat, menggambarnya saja tidak mampu. Sekali lagi, semuanya ada dalam genggaman Allah SWT. Dia kuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa dapat dicegah, ditolak dan dihalangi. Begitu pula kalau Allah menghendaki kita sakit. Sangat wajar, karena tubuh kita adalah milik Allah SWT. Kenapa kita harus putus asa? Ibarat seseorang menitipkan baju kepada kita. Kalau suatu saat diambil, kurang layak bila kita menahannya.

Ketiga, yakin bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dia Maha Ttahu akan kadaan tubuh kita. Semua yang ditimpakan kepada kita sudah diukur dengan sangat sempurna dan mustahil “overdosis”. Difirmankan, “Allah SWT tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan pahala dari kebaikan yang diusahakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya.” (QS Al-Baqarah [2]: 286).

Karena itu, sangat tidak tepat bila kita membebani pikiran dengan mendramatisasi masalah apalagi sampai berburuk sangka kepada Allah SWT. Tentu, akan lebih baik bila kita kerahkan segala potensi yang ada untuk meraih hikmah di balik semua kejadian.

Sahabat, bila kita telah memahami hikmahnya, sakit bisa kita nikmati sebagai ujian kesabaran serta sarana pengugur dosa-dosa kita. Bukankah kita selalu merindukan ampunan-Nya? Inilah salah satu bentuk pengabulan doa kita tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seseorang ditimpa penderitaan (sakit), maka Allah mengutus dua malaikat kepadanya. Dia berfirman, ‘Dengarkanlah apa kata hamba-Ku ketika ditengok orang-orang’. Jika ia mengucapkan alhamdulillah, maka Allah berfirman kepada dua malaikat tersebut, ‘Sampaikanlah kepadanya, jika Aku mematikannya karena penyakitnya, maka ia pasti masuk syurga; dan jika Aku sembuhkan, maka pasti daging dan darahnya akan Aku ganti dengan yang lebih baik dari asalnya, serta Aku jadikan penderitaan (penyakitnya) sebagai penebus dosa-dosanya.” (HR Al Faqih).

Hikmah lainnya, sakit bisa dijadikan sebagai sarana tafakur. Dengan sakit, kita dapat terhindar dari kemaksiatan yang mungkin akan kita lakukan ketika sehat. Kita menjadi insyaf akan penting dan mahalnya harga kesehatan yang seringkali kita sia-siakan.

Sakit pun bisa menjadi jalan rezeki bagi dokter dan petugas kesehatan, sekaligus menjadi ladang amal bagi mereka bila ikhlas. Sedangkan bagi kita, berobat jadi ladang pahala ikhtiar. Soal sembuh tidaknya, serahkan kepada Allah semata. Pahala ikhtiar akan kita dapatkan sepanjang ikhtiar yang kita lakukan sesuai ketentuan-Nya. Insya Allah.